PATTERNING THERAPI

PATTERNING THERAPI
A. PENDAHULUAN.
Patterning therapy adalah suatu bentuk upaya mem”pola”kan (patterning) gerakan-gerakan motorik yang bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi-fungsi dalam otak yang mengalami cedera atau kerusakan agar dapat berfungsi kembali secara mandiri.

B. SEL OTAK MANUSIA
Perkembangan otak dimulai dari sejak janin berusia 4 bulan sampai umur 2 tahun. Laju perkembangan otak yang sangat cepat ini dapat terlihat dari adanya penambahan berat otak janin usia 4 bulan yaitu 50 gram menjadi 400 gram pada waktu lahir dan akan berkembang menjadi 1000 gram pada usia 18 bulan. Sel otak manusia mengandung bermilyar-milyar sel otak (neuron) yang akan terus tumbuh sampai usia 2 tahun. Setelah usia 2 tahun sel akan terus berkembang “nerve cell connection”. Otak adalah bukan organ yang statis tetapi dinamis yang senantiasa tumbuh dan berkembang membentuk “nerve cell connection” yang baru. Pertumbuhan jaringan antar sel ini dipengaruhi oleh rangsangan dari lingkungannya.
C. NEUROGENESIS
Neurogenesis adalah pertumbuhan sel neuron baru. Paradigma lama mengatakan bahwa otak memproduksi sel neuron baru sampai umur 2 tahun, oleh karena itu sering dikenal dengan istilah “golden age”karena pada periode pertumbuhan otak ini berpeluang memberikaan modal jumlah sel otak pada anak. Paradigma baru mengatakaan bahwa ternyata sel neuron dapat terus tumbuh sampai usia berapapun. Oleh karena itu upaya optimalisasi potensi otak seolah tidak terbatas. Umur berapapun, stimulasi pada anak akan memberikan kontribusi pada peningkatan kecerdasannya.
D. CEDERA OTAK (BRAIN DAMAGE)
Anak dengan cedera otak akan mengalami gangguan pada satu atau beberapa fungsi sensori dan atau gangguan fungsi motorik.
Untuk mengetahui bagian mana dari otak yang cedera dan sejauh mana berat ringannya cedera perlu dilakukan pemeriksaan klinis (Clinical Asessment). Gambaran beberapa keadaan cedera otak yang umum dikenal adalah kerusakan otak, keterbelakangan mental (mental retarded), cerebral palsy, epilepsi, Autisme, ADHD, ADD, down syndrome.

E. PENYEBAB CEDERA OTAK
Cedera otak dapat terjadi kapan saja, saat pembuahan, saat pertumbuhan dalam kandungan, saat lahir atau setelah lahir sampai saat dewasa. Cedera otak disebabkan oleh :
1. Cedera otak akut akibat trauma kepala, radang otak
2. Malformasi atau kelainan bentuk otak (genetika/kromosom)
3. Gangguan neurodegenerative : penyakit yang merusak sel-sel otak secara progresif
E. ALTERNATIF PENATALAKSANAAN PENANGANAN CEDERA OTAK
Patterning therapy merupakan alternatif penanganan yang dapat diberikan pada keadaan cedera otak.
Manusia melewati 5 tahapan perkembangan (motorik development) yaitu :
 Pada bayi baru lahir dapat menggerakkan anggota tubuh, namun tidak dapat berpindah tempat (movement without mobility).
 Bayi belajar bergerak dengan lengan dan tungkainya dengan perut yang menempel pada lantai yang disebut dengan merayap (crawling).
 Bayi belajar menentang gravitasi dengan bergerak menggunakan tangan dan lututnya yang disebut dengan merangkak (creeping).
 Bayi belajar bangkit dengan tungkai bawah dan berjalan, disebut berjalan (walking).
 Bayi mulai mempercepat jalannya, berlari (running). Keseimbangan dan koordinasi anak bertambah baik,, sehingga anak seolah-olah terbang (flies).
Urutan tahap-tahap perkembangan yang hilang atau terlewati akan mengakibatkan terjadinya masalah.
Ada empat tingkat perkembangan otak yang esensial dan penting yaitu terbentuknya area dalam otak yang memiliki fungsi-fungi tertentu yaitu :
1. Terbentuknya batang otak awal dan sumsum tulang belakang.
Akar otak ini mengatur fungsi-fungi dasar kehidupan seperti bernafas dan metabolisme , juga mengendalikan reaksi dan gerakan dengan pola yang sama. Dari akar yang paling primitif ini terbentuklah pusat emosi (akan dibahas dalam makalah yang lain). Area ini berkaitan dengan fungsi menggerakkan badan, lengan, tungkai tanpa berpindah tempat.
2. Terbentuknya batang otak dan area sub kortikal awal. Tingkat ini berfungsi untuk merayap dengan perut (reptil).
3. Terbentuknya otak tengah dan area sub kortikal, area ini merupakan area fungsional termasuk ganglia basal, thalamus, otak kecil. Tingkat ini berfungsi untuk merangkak (Aligator).
4. Terbentuknya korteks yang merupakan puncak otak, yang berkaitan dengan fungsi pergerakan motorik yang lebih kompleks yaitu berjalan berlari.
Pada korteks terdapat 6 fungsi yaitu :
 Kemampuan berjalan tegak
 Kemampuan identifikasi objek dengan perabaan
 Kemampuan untuk memahami bahasa verbal
 Kemampuan berbicara
 Kemampuan membaca
 Kemampuan untuk menjepit objek dengan ibu jari dan telunjuk sehingga anak mampu untuk menulis.
Penatalaksanaan patterning therapy.
Mempolakan gerakan.
Gerakan pola satu sisi (homolateral) dan gerakan pola dua sisi (heterolateral). (Gambar terlampir). Apabila cedera otak terdapat pada area otak tengah dan subkortikal dapat ditambahkan dengan merangkak. Bila cedera ada pada batang otak dan area subkortikal awal ditambahkan gerakan merayap.
Perlu diberikan program untuk dilakukan dengan prinsip sebagai berikut :
1. Semua anak yang belum bisa berjalan, setiap hari merayap dengan perut dan merangkak
2. Semua anak diberikan pola gerakan tertentu, bila perlu dengan bantuan
3. Anak dengan gangguan sensoris, diberikan stimulasi sensoris (dibahas pada makalah Integrasi Sensoris).
4. Anak yang ambidekstral ; masih menggunakan kedua tangannya untuk aktivitas dapat diberikan program untuk menetapkan dominasi hemispher.
Perlu diingat bahwa keberhasilan therapi ini tergantung pada frekuensi, intensitas dan lamanya program yang dilakukan .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s