Sebuah Sudut Pandang : Atheis dan Theis Terhadap Ilmu Pengetahuan dan Eksistensi Tuhan REP | 29 May 2011 | 11:1550 2 1 dari 1 Kompasianer menilai inspiratif

REP | 29 May 2011 | 11:1550 2  1 dari 1 Kompasianer menilai inspiratif


Atheis adalah orang atau kelompok yang tidak mengakui eksistensi Tuhan. Kaum Atheis lebih menggunakan logika dalam menyikapi berbagai hal. Menurut Atheis, Tuhan adalah hasil karya manusiayang tercipta dalam pikirannya. Tuhan itu adalah“sesuatu”. Diciptakan oleh manusia, karena manusia memiliki kelemahan dan ketakutan. Ketika manusia masih takut pada hal-hal tertentu, maka manusia akan membuat dan mencari Tuhan. Sesuatu yang menjadi dasar pemahaman tentang Tuhan adalah agama yang juga diciptakan manusia. Selama agama belum bisa membuktikan secara ilmiah, maka agama itu bohong belaka. Agama tercipta karena dibutuhkannya suatu aturan bagi kelompok tersebut agar tidak terjadi kekacauan. Agama merupakan teori bagi orang-orang primitive untuk menjelaskan pertanyaan klasik manusia tentang dari mana kita berasal dan kemana kita setelah mati. Masing-masing agama punya teori sendiri-sendiri sesuai tingkat kecerdasan suatu kaum.

Untuk memastikan keberadaan atau ketiadaan Tuhan, Para pemikir ( atheis ) meyakini hanya ilmu dan pengetahuan yang akan membuktikannya. Kita mengetahui bahwa sebagian besar para ilmuwan ( baik saat ini maupun dalam sejarah) dan pemikir merupakan pemeluk atheisme. Segala pembelajaran dan penelitian kaum ini dijadikan dasar bagi kaum atheis untuk membuktikan ketiadaan Tuhan. Dalam memyikapi terciptanya Jagad Raya, Kaum Atheis menolak adanya “Penciptaan “. Melalui perkembangan ilmu pengetahuan, Para pemikir kaum Atheis dengan tegas mengatakan bahwa Jagad Raya atau alam semesta berasal dari ketiadaan. Istilah fisikanya vacuum quantum yang sudah dibuktikan secara empiris dalam kerangka teori kromodinamika kuantum dengan 10 desimal ketelitiansehingga membuat penemunya memperoleh hadiah nobel fisika 2003. Energi adalah satu-satunya yang abadi di alam semesta. Materi tercipta dari energi. Teori bigbang mengungkapkan bahwa sebelum bigbang terjadi, alam semesta berbentuk suatu energi yang begitu padat, tidak bermasa, dan memiliki suhu yang sangat tinggi.sekitar 15 triliun farenheit. Teori paling mendukung yang digunakan kaum Atheis sebagai Teori paling kuat untuk menentang para Theis adalah Teori Evolusi yang dikenalkan oleh Darwin. Dalam bukunya yang terkenal ” The Origin Of Species”, Darwin menjelaskan secara ilmiah bagaimana suatu spesies dapat ada di bumi. Hipotesis evolusi menyarankan bahwa semua yang sedang atau telah hidup berasal organisme yang lebih rendah atau kurang sempurna melalui proses turunan disertai dengan perubahan yang disebabkan oleh faktor X. Kaum Atheis dengan teori evolusi ini mengungkapkan bahwa manusia adalah hasil karya evolusi, evolusi ber-proses dari energi yang meng-convert ke materi, alam semesta hanyalah proses evolusi energi menjadi materi selama 13,7 Milyar Tahun. Seluruh hasil penelitian yang dilakukan kaum Atheis mulai dari dunia biologi, fisika, kosmologi dan sebagainya merupakan sebuah kajian bagi mereka untuk membuktikan Ketiadaan Tuhan. Bagi mereka, Penciptaan oleh Yang Maha Kuasa tidak pernah ada dan merupakan cerita dongeng.

Tidak dapat dipungkiri, keberadaan kaum Atheis di dunia justru sangat membantu dalam bidang Ilmu Pengetahuan terutama dalam Ilmu Pengetahuan Alam. Keingintahuan yang besar dan penolakan terhadap eksistensi Tuhan membuat para pemikir kaum Atheis ini membuat gebrakan besar dalam dunia Ilmu Pengetahuan yang diyakini dapat memberikan jawaban tentang terjadinya alam semesta dan kehidupan. Banyak hasil penelitian yang dapat bermanfaat bagi keberlangsungan makhluk hidup di muka bumi. Walaupun banyak dari hasil percobaan yang gagal dan berakibat fatal bagi spesies tertentu. Dan sampai saat ini Ilmu Pengetahuan belum dapat mengungkap sepenuhnya berbagai hal di Bumi ini hingga pada taraf yang sangat kecil.

???

Namun bertolak dari itu semua, Kaum Theis yang beriman kepada Tuhan sebaiknya lebih bijak dalam menyikapi peradaban dunia. Dimana dengan mempelajari dan menggunakan Ilmu Pengetahuan bukan sebagai bentuk arogansi dan penolakan pada Sang Pencipta, justru sebaliknya yaitu sebagai bentuk ucapan syukur sebagai makhluk yang diberikan akal budi dan hati nurani serta sebagai sarana perpanjangan Tangan Tuhan. Ilmu Pengetahuan harus dipelajari dan diterapkan agar berguna demi keberlangsungan makhluk hidup tanpa menyalahi kehendak Yang Maha Kuasa. Dan tentunya, tidak menggunakan agama sebagai alat kekuasaan dan kekerasan semata. Tuhan manapun juga tidak pernah megajarkan anda membunuh atas nama-Nya bukan? atau Dia memang tidak pernah berbuat apa-apa.

Tags: tuhanketiadaanatheis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s