Bagaimana menjelaskan perilaku?

poleAnda datang ke rumah kekasih Anda dengan hati berbunga-bunga, namun begitu Anda tiba di rumahnya, Anda disambut dengan senyum masam dan ia enggan lama-lama menemui Anda, bahkan menyuruh Anda pulang. Dalam hati Anda bertanya-tanya, mengapa ia begitu pada Anda. Nah, upaya Anda menjelaskan sebab dari perilaku kekasih Anda disebut dengan istilah atribusi. Proses tersebut merupakan salah satu proses utama dalam kognisi sosial.

Biasanya Anda akan menjelaskan perilaku seseorang berdasarkan disposisi yang dimiliki orang itu (sikap, kepribadian, perasaan, emosi, kemampuan, kesehatan, keinginan, niat, kesukaan, dan usaha) atau berdasarkan situasi eksternal yang sedang terjadi (situasi sosial, tekanan,  cuaca, hukuman dan imbalan, dan lainnya). Misalnya Anda meminjam uang pada teman Anda namun Anda tidak diberi pinjaman, maka mungkin Anda menganggap ia sedang tidak memiliki uang atau punya uang tapi sedang ada kebutuhan mendesak (berdasarkan situasi), atau Anda menganggap ia memang pelit atau tidak menyukai Anda (berdasarkan disposisi sifat).

Disebabkan disposisi atau situasi?

Bagaimana Anda menyimpulkan sebuah perilaku muncul karena disposisi seseorang atau karena situasi? Ada beberapa keadaan dimana seseorang menyimpulkan perilaku orang lain karena disposisinya atau karena situasi. Secara sederhana, berikut akan dijelaskan lebih terperinci. Namun harus diingat, semuanya hanya kecenderungan, bukan mutlak.

Disebabkan disposisi jika jarang dilakukan orang, karenasituasi jika banyak dilakukan orang. Misalnya pada saat gempa di Jogja, banyak orang menyumbang bantuan. Jadi, perilaku menyumbang bantuan adalah perilaku wajar. Oleh karenanya pada saat Mimo ikut menyumbang tidak akan dianggap disebabkan sifat Mimo. Namun jika Mimo selalu menyumbang bantuan pada panti asuhan secara teratur, maka akan dianggap disebabkan sifatnya. “Ia pemurah” begitu kesimpulan Anda.

Disebabkan disposisi jika banyak pilihan, karena situasi jika tidak banyak pilihan. Misalnya Mimo mendapat dua tawaran kerja, yang satu gajinya besar, jauh dari keluarga, tekanannya tinggi, membosankan. Tawaran satunya gajinya kecil, tempatnya dekat keluarga, dan menyenangkan. Jika Mimo memilih yang pertama, mungkin Mimo akan Anda anggap pencinta kekayaan. Jika Mimo memilih yang kedua, Mimo Anda anggap mementingkan keluarga. Apapun pilihan Mimo, keduanya Anda anggap disebabkan sifat Mimo. Sedangkan jika hanya ada satu tawaran kerja untuk Mimo, maka Anda akan sulit menganggap pilihannya disebabkan sifat, lebih mungkin Anda mengira karena itulah satu-satunya pilihan bagi Mimo (situasional).

Disebabkan disposisi jika jarang dilakukan orang lain, sering dilakukan dalam setiap situasi yang sama, dan sering dilakukan pada situasi yang berbeda. Misalnya Mimo selalu mengajak bicara duluan orang yang ditemuinya dimanapun tempatnya dan kapanpun waktunya, entah di rumah sakit, di pesta, di pasar, atau lainnya. Oleh sebab itu, Anda akan cenderung menganggap sebab perilaku Mimo karena disposisi Mimo, yakni ramah. Begitu juga jika Mimo selalu ngebut naik motor di saat pengendara lain tidak ngebut. Ia juga ngebut di jalan ramai atau jalan sepi, di siang hari atau di malam hari. Maka Anda mungkin menganggap Mimo suka ngebut.

Disebabkan situasi jika banyak dilakukan orang lain, tidak sering dilakukan dalam situasi yang sama, dan tidak sering dilakukan pada situasi yang berbeda.Misalnya Mimo selalu tertawa-tawa menonton acara komedi Empat Mata di TV yang dibawakan oleh Tukul. Namun saat menonton acara komedi yang lain Mimo tidak sering tertawa. Mimo juga tidak sering tertawa pada kesempatan lainnya. Maka, pada saat Mimo tertawa melihat acara itu, Anda akan berkesimpulan karena acara itu benar-benar lucu baginya.

Disebabkan disposisi sekaligus situasi jika tidak banyak dilakukan orang lain, tidak sering dilakukan dalam situasi yang sama, dan sering dilakukan pada situasi yang berbeda. Misalnya saat bersama-sama teman menonton film sedih. Mimo menangis, sedangkan teman yang lain tidak ada yang menangis. Namun sebelumnya Mimo tidak selalu menangis menonton film sedih. Hanya saja ia memang sering menangis dalam kesempatan sedih lainnya, misalnya saat perpisahan. Nah, Anda bisa jadi akan menyimpulkan bahwa si Mimo memiliki disposisi gampang menangis dan sekaligus filmnya memang membuat sedih.

Apa jadinya jika Anda tidak tahu perilaku seseorang dalam situasi lainnya di waktu yang berbeda, alias Anda hanya tahu perilakunya sekali saja saat itu? Maka tentu saja Anda akan melihat konteks dari perilaku itu. Misalnya Anda melihat seseorang ngebut membawa orang sakit. Mungkin Anda akan menyimpulkan bahwa orang tersebut buru-buru karena harus ke rumah sakit secepat mungkin.

Apakah diskonting dan augmenting?

Diskonting adalah kecenderungan seseorang menganggap suatu sebab perilaku kurang penting karena ada penyebab lainnya. Misalnya Anda melihat Mimi memarahi suaminya. Anda tahu bahwa ia pemarah. Oleh sebab itu Anda menduga bahwa perilaku memarahi suaminya disebabkan karena sifat Mimi yang pemarah. Namun, pada saat yang bersamaan Anda tahu bahwa suami Mimi itu selingkuh. Secara otomatis Anda akan menurunkan nilai penting sifat pemarah Mimi sebagai penyebab perilaku.

Augmenting adalah kecenderungan seseorang menganggap suatu sebab perilaku menjadi lebih penting karena ada orang lain yang bisa menghambat perilaku itu. Misalnya Anda melihat Mimi memarahi suaminya di depan orangtua suaminya atau sang mertua. Mestinya adanya orang tua bisa menghambat perilaku memarahi. Oleh sebab itu Anda akan sifat pemarah Mimi lebih penting dalam menyebabkan perilakunya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s