Kategori-kategori bohong

Bohong bisa digolongkan menurut 2 cara, yakni berdasarkan perspektif eksternal (berdasarkan kategori di luar bohong itu sendiri) dan perspektif internal (berdasarkan struktur yang membangun bohong). Bab 1 hanya akan dibahas penggolongan berdasarkan perspektif eksternal untuk memudahkan dalam mengidentifikasi dan mengartikan bohong. Adapun perspektif internal atau berdasarkan struktur bohong itu sendiri akan dibahas dalam bab 2 yang berjudul taksonomi bohong.

Penggolongan bohong berdasarkan perspektif eksternal sekurangnya bisa dilakukan dalam 4 cara. Pertama, mengkategorikan bohong berdasarkan sumbernya. Kedua mengkategorikan bohong berdasarkan pelaku dan korban. Ketiga, mengkategorikan bohong berdasarkan motivasinya. Keempat, mengkategorikan bohong berdasarkan cara informasi bohong disebarkan.

Pengkategorian bohong seperti di atas, secara praktis akan memberikan kegunaan dalam hal mengidentifikasikan kebohongan yang ada di sekitar kita. Apa-apa saja sebenarnya bohong yang mungkin terjadi dan biasa dilakukan akan lebih mudah diidentifikasi.Ini berarti bisa menghindarkan kita untuk menjadi korban kebohongan.

Kategori bohong berdasarkan sumbernya

Menilik sumber-sumber yang bisa menimbulkan kebohongan, maka ada  3 kategori yang bisa dibuat. Pertama, bohong yang sumbernya pada realitas dunia. Kedua, bohong yang sumbernya dari keyakinan atau persepsi tanpa realitas riil materi di dunia. Ketiga, bohong yang sumbernya dari cerita bohong.

Bohong yang sumbernya realitas dunia artinya pada saat di cek realitas riil di dunia benar-benar seperti yang diceritakan atau tidak. Apabila tidak seperti yang dinyatakan, maka itulah kebohongan. Misalnya mengatakan memiliki pacar, ternyata realitasnya tidak memiliki pacar. Jelas itu merupakan kebohongan. Lalu mengatakan tidak ada uang padahal ada, maka inipun kebohongan.

Pada sisi lain, bohong yang sumbernya keyakinan atau persepsi tanpa realitas riil materi di dunia tidak bisa di cek pada realitas dunia. Misalkan Anda menyampaikan pada orang-orang bahwa Anda yakin kiamat masih jauh. Namun Anda was-was selalu bahwa kiamat sewaktu-waktu datang karena Anda yakin kiamat akan datang dalam waktu dekat. Demikian juga pada saat mengatakan tidak pernah mengalami mimpi buruk. Padahal setiap malam Anda mengalaminya. Begitupun jika Anda mengaku melihat bidadari bersayap. Pengakuan Anda yang datang dari khayalan itu tentu tidak bisa diuji kebenarannya dan pastilah bohong.

Sumber lain dari kebohongan adalah cerita bohong. Misalkan Anda menceritakan sebuah cerita yang tidak pernah benar-benar ada baik karangan Anda sendiri atau dari novel, dongeng dan beragam bentuk cerita lainnya. Menceritakan cerita kebohongan adalah bohong, kecuali disampaikan bahwa cerita yang disampaikan sebenarnya bohong. Misalnya Anda menceritakan pada anak Anda dongeng si kancil dan si buaya. Jika Anda tidak mengatakan bahwa cerita fabel tersebut bohong belaka, maka Anda telah berbohong.

Kategori bohong berdasarkan pelaku dan korban kebohongan

Berdasarkan pelaku dan korban kebohongan, bohong bisa digolongkan dalam 2 kategori. Pertama, bohong yang dilakukan secara personal dengan korban perseorangan juga maupun publik (publik diartikan terdiri dari banyak personal). Kedua, bohong yang dilakukan institusi publik (gabungan personal-personal  dalam institusi) dengan korban personal maupun publik.

Bohong personal dengan korban personal merupakan bohong yang paling lazim ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya Anda sebagai orangtua membohongi anak Anda. Untuk menyuruh mereka diam dari tangisnya, Anda berbohong mengatakan bahwa dulu Anda tidak pernah sekalipun menangis. Tentu saja Anda pernah menangis, minimal sekali pada mulai menghirup udara dunia. Sangat banyak contoh lain yang bisa diberikan untuk kategori bohong yang satu ini. Salah satunya berbohong pada pacar, istri atau suami. Sekarang coba Anda identifikasi kategori-kategori bohong personal ini berupa apa saja.

Kebohongan yang dilakukan secara personal untuk publik cukup lazim terjadi. Misalnya saat arisan, artinya ada beberapa orang disana, Anda berbohong pernah pergi ke Bali. Padahal belum sekalipun Anda ke sana. Kebohongan Anda itu jelas telah disebarkan kepada publik. Artinya publik telah menjadi korban kebohongan Anda. Dulu ada kasus dimana presiden Amerika Serikat, Bill Clinton, berbohong di depan pengadilan tidak mengakui telah melecehkan Monica Lewisnky. Barangkali itu merupakan salah satu kategori kebohongan ini yang paling terkenal karena disiarkan ke seluruh dunia.

Apakah Anda percaya kebenaran isi berita koran yang Anda baca? Apakah Anda percaya laporan tahunan keuangan negara? Apakah Anda percaya laporan pertanggungjawaban sebuah proyek pembangunan rumah? Apakah Anda percaya isi pernyataan berita di televisi meskipun ada gambar bukti? Anda percaya, kurang percaya ataupun tidak percaya sama sekali itu terserah Anda. Akan tetapi pasti dalam salah satu informasi-informasi yang disebarkan oleh institusi kepada publik bisa mengandung kebohongan.

Anda tentu masih ingat alasan pembenaran presiden Amerika Serikat, Goerge Walker Bush, untuk memerintahkan penyerangan terhadap Irak adalah karena ditemukannya indikasi senjata pemusnah massal di Irak. Nyatanya, senjata itu tidak pernah ada. Itu artinya informasi yang diberikan presiden sama sekali salah, dan jelas sebagai bohong.

Bukan tidak mungkin, laporan pertanggung jawaban kenegaraan di negeri ini juga mengandung kebohongan seperti di atas. Misalnya kebohongan dalam angka kemiskinan. Mungkin saja angka-angka kemiskinan yang berhasil diturunkan merupakan rekayasa agar terlihat bahwa pemerintahan telah berhasil. Kemudian janji-janji bantuan pemerintah untuk korban bencana sering meleset jumlahnya dan waktu datangnya juga selalu terlambat. Hal tersebut juga merupakan kebohongan publik.

Anda pernah menyaksikan angka-angka statistik hasil penelitian lapangan atau survei? Saya berikan contoh hasil survei yang bertitel Governance and Decentralization Survey (GDS), yang dilakukan tahun 2002 oleh Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) Universitas Gadjah Mada terhadap pemerintahan kabupaten dan kota di Indonesia. Salah satu hasil surveinya adalah bahwa, aktor penerima suap paling besar berdasarkan frekuensinya adalah bupati atau walikota (25), kemudian berturut-turut Bappeda (17,98), DPRD (16,67) dan Sekwilda (14,45). Apakah Anda percaya dengan hasil diatas?

Kebohongan institusi terhadap personal biasa dilakukan juga. Misalnya saat seorang anggota militer tewas di tempat tugas karena bunuh diri, maka mungkin sekali berita yang disampaikan institusi militer kepada istri korban adalah karena kecelakaan dalam bertugas. Bentuk lain misalnya kebohongan yang dilakukan rumah sakit pada calon pasien. Kadang kita mendengar ada rumah sakit yang menolak calon pasien dari keluarga miskin dengan alasan kamar penuh, padahal masih ada kamar kosong.

Kategori bohong berdasarkan motivasi

Anda tahu bahwa seseorang dianggap berbohong bila memiliki motivasi untuk berbohong. Namun bohong bisa saja terjadi tanpa seseorang menyadari telah berbohong. Hanya bila seseorang memang ingin berbohong maka ia disebut berbohong. Jika tidak, meskipun bohong,  bisa saja tidak dianggap berbohong. Berdasarkan hal tersebut, maka bohong bisa dibagi 2 yakni bohong dengan motivasi untuk berbohong dan bohong tanpa motivasi berbohong.

Pertama, bohong dengan motivasi berbohong. Seseorang menyadari bahwa dirinya memang berbohong. Bohong dengan motivasi ini mencakup sekurang-kurangnya 3 kategori, yakni motivasi mendapatkan keuntungan, motivasi menghibur, dan motivasi menghindari kesulitan. Tipe bohong untuk mendapatkan keuntungan dilakukan pada orang lain atau publik dengan tujuan memperoleh keuntungan tertentu. Adapun keuntungan yang bisa dicapai diantaranya menaikkan citra dan reputasi seseorang, memperoleh keuntungan material, mencapai perdamaian, memperoleh kemudahan dan lain-lain. Misalnya Anda memiliki teman-teman yang sangat mengagumi klub sepakbola AC Milan, Italia. Pada saat Anda pergi ke Italia, Anda hanya pergi ke Roma, Namun Anda berbohong pergi juga ke markas AC Milan di kota Milan. Kebohongan yang Anda lakukan jelas menaikkan citra Anda.

Termasuk dalam bohong dengan motivasi menghibur adalah lawakan, plesetan, joke atau humor, pernyataan keprihatinan pada orang yang terkena musibah, dan semacamnya yang mampu memberikan suasana menghibur. Sedangkan motivasi menghindari kesulitan adalah kebohongan yang dibuat agar terhindar dari kesulitan yang datang jika berkata jujur. Misalkan ditagih hutang sebanyak 5 juta yang jatuh tempo hari ini. Ternyata Anda belum mampu membayarnya. Anda bilang pada penagih bahwa  barang Anda yang dijual baru akan dibayar 3 hari lagi. Oleh karena itu penagih dipersilakan datang 4 hari kemudian. Pada saat itu hutang pasti dibayar. Nah, padahal sebenarnya tidak ada pembeli yang akan membeli barang Anda. Anda berbohong supaya diberi kelonggaran waktu melunasi hutang Anda itu

Kedua, bohong tanpa motivasi berbohong. Pada situasi ini seseorang menyadari bahwa dirinya berkata jujur bukan bohong, dia hanya tidak tahu bahwa apa yang disampaikannya merupakan bohong. Termasuk dalam kategori ini adalah karena memiliki kesalahan persepsi, memiliki keyakinan keliru, dan tidak tahu bahwa apa yang dinyatakan bohong. Misalnya Dodi tidak merasa berbohong pada saat mengatakan bahwa penemu benua Amerika pertama adalah Columbus karena begitulah pengetahuan yang didapatkan dan diyakininya benar

Bohong berdasarkan cara penyebarannya

Menilik cara penyebaran kebohongan, maka bohong bisa digolongkan ke dalam 3 golongan, yakni melalui cara penyampaian personal, forum, dan media publik. Penyampaian personal artinya dilakukan antara dua orang. Satu orang berbohong sementara yang lain menjadi korbannya. Termasuk dalam kategori ini adalah gosip personal artinya ada satu atau beberapa orang menyampaikan gosip secara personal, dan secara terus menerus disampaikan ke orang berikutnya, mirip semacam bola salju atau snowball.

Penyampaian melalui forum artinya kebohongan yang dilakukan di hadapan lebih dari satu orang secara bersama-sama. Pada saat Anda kumpul-kumpul dengan teman-teman, lalu pada saat itu melakukan kebohongan, maka bohong Anda disampaikan melalui forum. Termasuk kebohongan kategori ini adalah bohongnya guru terhadap murid-muridnya di dalam kelas, saat acaratalkshow, diskusi bersama, arisan, dan lain sebagainya.

Kebohongan yang disampaikan melalui media publik, bisa media cetak atau elektronik, sangat beragam. Media cetak terentang mulai dari poster, flyer, koran, majalah, catatan harian, lukisan, surat-surat sampai buku. Sedangkan penyebaran melalui media elektronik mencakup melalui handpphone, radio, televisi, internet, pengeras suara, rekaman kaset, dan berbagai macam yang lain. Penyebaran melalui internet merupakan penyebaran yang paling kompleks karena semua bentuk kebohongan bisa disebarkan melalui media ini. Bila Anda memiliki catatan harian, buku, lukisan, sampai lagu, semuanya bisa di publikasikan melalui internet.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s