Hipnotis Itu Apa ?

Sebelum mengenal hipnotis lebih jauh, ada baiknya kita mengetahui makna dari kata hipnotis itu sendiri, kata hipnotis sendiri berasal dari kata “hypnosis” yang merupakan kata dasar dari “hypnos”, yang artinya dewa tidur dalam legenda Yunani, istilah “hypnosis” sendiri pertama kali diperkenalkan oleh Dr. James Braid, salah satu peneliti ilmu hipnotis yang berasal dari benua Inggris pada abad ke-19 Masehi.

Bila dilihat dari kata pembentuk istilah hipnotis berasal dari serapan bahasa asing, “hipnotis” atau lebih tepatnya istilah serapan dari kata “hypnotist“. “hypnotist” sendiri dalam bahasa Inggris berarti orang melakukan “hypnosis“, sebuah kata benda, dan bukan kata sifat.

Para praktisi dan pakar hipnotis, yang mengenal betul perbedaan istilah hipnosis dan hipnotis, lebih suka memilih untuk tetap menggunakan kata “hipnotis” ketika berbicara dengan orang awam yang menjadi lawan bicaranya, alasannya karena kata “hipnotis” ini lebih populer dan lebih bisa diterima oleh masyarakat luas dibandingkan kata hipnosis.

Hypnosis sendiri sebenarnya tidak benar-benar membuat seseorang dalam kondisi tidur, walaupun dalam beberapa kasus terutama dalam hypnosis panggung kita melihat orang di tidurkan oleh penghipnotisnya, yang terjadi adalah dimana kondisi suyet ( istilah suyet dipakai untuk mereka yang akan di hipnotis, dalam buku ini saya menggunakan istilah objek, tujuan agar lebih mudah saja di pahami oleh pembaca) berpindah dari kondisi sadar ke kondisi bawah sadar.

Persiapan Belajar Hipnotis

Untuk mempelajari ilmu hipnotis, sama seperti belajar yang lainnya, tentunya di butuhkan persiapan, pertama sekali yang harus Anda ingat bahwa hipnotis ini bukan ilmu supranatural, hipnotis merupakan ilmu ilmiah yang lahir melalui penelitian ilmiah dan mempunyai landasan teori yang sudah terbukti selama lebih satu abad.

Persiapan lainnya yang Anda perlukan, sebelum mempelajari hipnotis sudah seharusnya pikiran Anda terbuka dan bisa menerima hal-hal / pengetahuaan baru, disamping kemauan dan kesungguhan dalam mempelajari ilmu ini. Tidak ada di dunia ini yang langsung bisa, semuanya harus di pelajari secara tekun dan berulang-ulang.

Sama seperti halnya hipnotis dalam mempelajarinya dibutuhkan keuletan dan ketekunan dalam mempraktekan dan mempelajari, karena disitulah kuncinya, kalau saya analogikan sama halnya dengan belajar berenang, pada saat Anda sudah sangat hapal mengenai teori berenang, tetapi sampai saat ini Anda tidak pernah mencoba untuk berenang, maka dapat dipastikan Anda tidak akan pernah menjadi perenang yang Andal, karena Anda hanya tahu teorinya saja dan tidak pernah mempraktekannya, begitu juga dengan hipnotis,Anda harus sering-sering mempraktekannya, semakin banyak Anda melakukannya maka semakin mahir Anda, karena jam terbang Anda semakin banyak maka pengetahuaan dan pengalaman Anda akan semakin kaya.
Yang lain lagi, jangan pernah takut gagal, karena dalam belajar hipnotis, gagal itu hal yang biasa, tetapi dalam buku ini Anda akan di beritahu mengapa Anda gagal atau mengapa Anda dapat menghipnotis hanya dengan menjentikkan jari Anda sudah bisa membuat orang tertidur. Yang penting Anda harus sungguh-sungguh dalam mempelajari sesuatu, karena belajar hipnotis sama halnya dengan belajar ilmu lainnya. Juga jangan pernah berniat belajar hipnotis untuk di pergunakan dalam kejahatan, karena kalau itu yang terjadi maka Anda akan susah sekali mempraktekan dan mendalami ilmu ini, pada dasarnya hipnotis di gunakan untuk kesembuhan dan kebaikan semua orang, jadi singkirkan semua niat negatif dalam mempelajari hipnotis.
“ Semua orang bisa mempelajari dan memprakratekkan hipnotis bahkan hanya dengan menjentikkan jari saja Anda sudah bisa membuat orang terhipnotis”

Sejarah Hipnotis
Hypnosis atau hipnotis, yang kita pelajari sekarang ini ternyata sudah berkembang ribuan tahun sebelumnya bahkan sejak jaman prasejarah / sebelum masehi, praktek hipnotis sudah dikenal.
Praktek dan metode yang mirip-mirip hipnotis sudah dipraktekan oleh bangsa babylonia dalam usaha mereka menghilangkan penyakit, pada saat itu mereka menggunakan obor untuk memfokuskan konsentrasi dari objek / pasien yang akan diobati, disertai dengan ritual-ritual yang membuat pasien dalam keadaan trance, hal itu dibuktikan dengan ditemukan gambar-gambar ritual mereka di goa-goa tempat tinggal mereka. Keadaan trance juga terjadi pada tarian tarian ritual untuk memanggil para dewa yang akan mengusir roh jahat yang dianggap sebagai pembawa penyakit pada waktu itu.
Praktek hipnotis sendiri sudah di gunakan umat manusia 2000 tahun sebelum masehi, tetapi pada saat itu mereka belum tahu apa itu hipnotis, bagaimana bekerjanya hipnotis, dan untuk apa hipnotis, hanya saja dalam prakteknya mereka mengunakan metode/cara-cara seperti hipnotis, lebih lengkapnya dapat Anda lihat bagaimana perjalanan ilmu hipnotis sampai bisa seperti sekarang:

Tahun 2000 BC
Terdapat catatan sejarah juga diceritakan bahwa, sang pelopor pengobatan tradisional Cina, yang bernama Wong Thai sudah mengajarkan muridnya bagaimana cara menggunakan fenomena trance dalam mengobati berbagai macam penyakit.
Di belahan dunia lain, di India, Hindu Veda mengembangkan metoda penyembuhan dengan memfokuskan perhatian pasien pada organ atau bagian tubuh orang yang sakit yang bertujuaan untuk menghilangkan penyakit dan menghasilkan penyembuhan. Praktek-praktek ini sebenarnya merupakan bagian dari hipnotis, hanya saja pada waktu itu mereka tidak sadar dan tidak tahu apa itu hipnotis.

Tahun 1552 BC
Dari naskah kuno Eber Papyrus diceritakan tentang penggunaan metoda mirip seperti hipnotis dalam pengobatan oleh bangsa Mesir kuno. Pada saat itu seorang dokter meletakkan tangannya di atas kepala pasien lalu ia konsentrasi pada organ dan bagian tubuh yang sakit sambil menyalurkan energi penyembuhan, maka pasien tadi akan sembuh, metoda tersebut dikenali pada zaman sekarang sebagai metoda penyembuhan diri melalui sugesti dan visualisasi yang dilakukan oleh pasien nya sendiri, bahkan saat ini metode pengobatan ini banyak di modifikasi dengan berbagai metode yang lainnya,

Tahun 928 BC
Pada zaman ini sudah dikenal apa yang sekarang dinamakan aromatherapy, dimana seseorang dokter asal Yunani yang bernama Chiron menciptakan suatu keadaan trance pada pasien dimana keadaan ini di lakukannya sebelum melakukan operasi, keadaan trance dibuat dengan membaca doa-doa dan mantra yang dianggap dapat memanggil dewa-dewa. Pada saat memasuki keadaan trance barulah dokter tersebut melakukan operasi terhadap pasiennya. Sebenarnya hal ini sama dengan hipnotis, dimana dokter tersebut membawa ke alam bawah sadar dari pasiennya. Sehingga pada saat operasi pasien tidak merasakan sakit apapun.

Tahun 400-377 BC
Hipocrates, seorang dokter dari Yunani yang juga dikenal sebagai pelopor ilmu kedokteran modern, sudah menggunakan metode hipnotis dalam mengobati pasiennya, waktu itu Hipocrates berpendapat bahwa penyakit yang diderita oleh seseorang berhubungan dengan karakter dan kepribadian orang tersebut, dan pada zaman sekarang, teori tersebut menjadi prinsip dasar dari teori “Psychosomatic Medicine”.
Pada saat itu Hipocrates berpendapat, dimana penyakit dapat juga disembuhkan dengan kekuatan imajinasi dan visualisasi dari diri pasiennya.

Tahun 300-270 BC
Raja Imhotep, salah satu dari raja Mesir juga seorang pendeta, mempraktekkan penyembuhan dengan metoda hipnotis di dalam kuilnya yang terkenal dengan sebutan “Sleep Temple” dimana kuil tersebut selain dipakai sebagai tempat persembahan kepada dewa, juga dipakai sekaligus sebagai tempat penyembuhan penyakit

Sedangkan pada zaman moderen, dari beberapa literatur yang ada hipnotis pertama kali di perkenalkan pada abad ke-18, ketika Franz Anton Mesmer seorang intelektual yang berasal dari Wina, ia melakukan penelitian dan memperkenalkan teori Awalnya Mesmer mengembangkan magnetis, yaitu pada tahun 1772 Mesmer bertemu dengan seorang Professor Astronomi yang bernama Maxmillian Hell. Ketika itu Mesmer melihat Maximillian memberikan pengobatan kepada pasien dengan menempelkan lempengan magnet ke tubuh pasien.

Mengacu pada teori dari Maximillian Hell tentang magnetisme dan dengan pengetahuan ilmiah yang dimilikinya, terutama tentang teori gravitasi dari Newton, Mesmer mengembangkan teori yang disebut dengan Animal Magnetism yang menyatakan bahwa di dalam tubuh setiap manusia terdapat cairan universal yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh.
Jika cairan dalam tubuh ini kurang banyak, tidak mengalir dengan lancar atau tersumbat, maka akan menyebabkan seseorang menjadi tidak sehat secara mental dan fisik. Untuk menambah dan melancarkan aliran cairan tersebut Mesmer menggunakan sebuah magnet yang dipakai dengan cara disapukan ke permukaan tubuh sang pasien.
Pada suatu ketika karena ketinggalan magnetnya, Mesmer mencoba mengobati pasiennya hanya dengan menggunakan sapuan tangan danmendapat hasil yang sama baiknya. Sejak itu Mesmer berpendapat bahwa dia tidak butuh magnet lagi dalam prakteknya karena dia sendiri sudah memiliki kekuatan magnetis dari cairan di dalam dirinya yang bisa digunakan untuk mengobati.
Karena metode nya yang tidak lazim dan kontroversial, Mesmer akhirnya dikucilkan oleh kalangan dokter di Wina dan ia pindah ke Paris pada tahun 1778, membuka praktek disana dan menjadi sangat terkenal serta kaya raya.
Ketika pasiennya sudah terlalu banyak untuk ditangani sendiri secara langsung, Mesmer membuat sebuah bak yang airnya diisi dengan energi magnetisme (Mesmer Tub), kemudian air dari bak yang sudah diisi dengan energi akan dialirkan melalui pipa, dan para pasiennya yang memegang pipa tersebut akan sembuh dari penyakit yang dideritanya.
Ketika pasien Mesmer menjadi semakin banyak dan kapasitas dalam ruangan sudah tidak mencukupi, Mesmer keluar dari rumahnya dan mulai menyalurkan energi magnetismenya ke pohon, batu, apa saja yang ada di pekarangan rumahnya, dan anehnya orang orang yang menyentuhnya juga memperoleh kesembuhan, dengan cara inilah Mesmer mampu menangani 3000 pasien lebih dalam sehari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s