Patterning Therapi (Terapi mem”pola”kan gerakan)

PATTERNING THERAPI

  1. PENDAHULUAN.

Patterning therapy adalah suatu bentuk upaya mem”pola”kan (patterning) gerakan-gerakan motorik yang bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi-fungsi dalam otak yang mengalami cedera atau kerusakan agar dapat berfungsi kembali secara mandiri.

 

  1. SEL OTAK MANUSIA

Perkembangan otak dimulai dari sejak janin berusia 4 bulan sampai umur 2 tahun. Laju perkembangan otak yang sangat cepat ini dapat terlihat dari adanya penambahan berat otak janin usia 4 bulan yaitu 50 gram menjadi 400 gram pada waktu lahir dan akan berkembang menjadi 1000 gram pada usia 18 bulan. Sel otak manusia mengandung bermilyar-milyar sel otak (neuron) yang akan terus tumbuh sampai usia 2 tahun. Setelah usia 2 tahun sel akan  terus berkembang “nerve cell connection”.  Otak adalah bukan organ yang statis tetapi dinamis yang senantiasa tumbuh dan berkembang membentuk “nerve cell connection” yang baru.  Pertumbuhan jaringan antar sel ini dipengaruhi oleh rangsangan dari lingkungannya. Perkembangan fisik otak yang sangat pesat terjadi pada saat bayi lahir hingga usia 18 bulan. Jika sewaktu lahir otak anak sudah sebesar 24% dari otak orang dewasa (sekitar 350 gram), pada usia 18 bulan otak anak berkembang dua kali lipatnya. Otak anak terus berkembang dan pada umur enam tahun sudah mencapai 90% dari berat otak orang dewasa. Otak anak akan mencapai perkembangan 100% pada umur 18 tahun (sekitar 1,4 kilogram). Pada saat kelahiran, otak bayi  mengandung 100 milyar sel aktif, ahli Neurobiologi dari Universitas California Berkeley, Carla  Shatz, seperti dikutip majalah Time (Februari 1997) menyebutkan, terdapat pula satu triliun sel  Glia (perekat) yang membentuk semacam sarang untuk melindungi dan memberi makan sel aktif itu. Bahkan, menurut ahli psikologi dari Inggris, Tony Buzan, masing-masing sel aktif itu mampu membuat 20.000 sambungan yang berbeda dengan sel-sel lainnya. Kemampuan otak anak luar biasa. Apabila jika orangtua mampu memberi rangsangan maksimal pada otak, terutama hingga 18 bulan. Jika tidak dirangsang, otak anak bisa menderita. Para peneliti dari  Baylor College of Medicine pernah menemukan , otak anak akan mengecil 20% – 30% dari ukuran normal jika anak jarang diajak bermain atau disentuh.

C.  NEUROGENESIS

Neurogenesis adalah pertumbuhan sel neuron baru. Paradigma lama mengatakan bahwa otak memproduksi sel neuron baru sampai umur 2 tahun, oleh karena itu sering dikenal dengan istilah  “golden age” karena pada periode pertumbuhan otak ini berpeluang memberikaan modal jumlah sel otak pada anak.  Paradigma baru mengatakaan bahwa ternyata sel neuron dapat terus tumbuh sampai usia berapapun. Oleh karena itu upaya optimalisasi potensi otak seolah tidak terbatas. Umur berapapun, stimulasi pada anak akan memberikan kontribusi pada peningkatan kecerdasannya.

  1. TEORI PERKEMBANGAN MOTORIK.
    1. Penelitian ini dimulai oleh Arnold Gessel di Yale Clinic of Child Development pada 1920-an menyatakan bahwa asumsi studi ini bahwa fungsi gross-motor, fine-motor, bahasa pribadi sosial, dan perilaku menyesuaikan diri anak mengikuti rangkaian urutan kematangan. Data normatif dikumpulkan mengenai perkembangan keterampilan motorik, linguistik, dan pribadi-sosial, serta perilaku menyesuaikan diri sejak lahir sampai usia 6 tahun. Gessel adalah orang pertama yang mempelajari perkembangan gerak motorik anak, bicara dan soaial. Dinyatakan bahwa lantai (the floor) adalah sebagai lapangan atletik untuk anak normal.
      1. Penelitian Glenn Doman  di Institute for Achievement of Human Potential [IAHP] (1991)

Metode Glenn Doman ini menawarkan sebuah gerakan seperti  Patterning dan fisioterapi yang mampu memberikan stimulus ke otak dan dapat memaksimalkan otak. Metode Glenn Doman ini sangat tepat sebagai metode pembelajaran baik bagi anak yang normal maupun bagi anak yang mengalami kebutuhan khusus.  Terdapat beberapa faktor keberhasilan subjek mengikuti metode Glenn Doman yaitu: pertama, subjek menjalani Patterning, karena dalam otak terdapat pusat saraf sentral yang terdiri dari otak dan tulang belakang perlu diaktifkan dengan menggunakan Peripheral Nervous Sistem (saraf yang lain dari luar saraf sentral) melalui program  Patterning. Program  Patterning bertujuan untuk menyambung sel-sel otak yang akan memperbaiki kognisi anak-anak kerusakan pada otak tidak terjadi secara keseluruhan, tetapi pada bagian-bagian tertentu, sehingga masih ada harapan untuk memperbaikinya.  Metode ini melakukan semacam  Reformatting  pada otak anak-anak, mendayagunakan bagian otak yang sehat dengan kanal baru di otak sehingga bisa mem-bypass bagian otak yang rusak. Serangkaian gerak dasar yang harus dilakukan merayap dan merangkak untuk melancarkan aliran darah ke kaki dan tangan yang kerap bertemperatur lebih rendah dibandingkan suhu di tubuh. Ini juga untuk mempererat sambungan  Central Nervous Sytem dan  Peripheral Nervous System yang kadang sekrup penghubungnya Dol (Too Lose) atau terlalu keras (Too Tight) sehingga kelenturan geraknya berkurang. Glenn Doman memberikan panduan napak tilas, yaitu dari  Patterning (memanipulasi anggota badan dan kepala dalam gerak yang ritmit), merayap, merangkak,  Stimulasi Reseptif yang merangsang visual, perabaan, dan pendengaran anak, kegiatan  Ekspresif,  Masking (bernafas ke dalam masker oksigen untuk meningkatkan banyak oksigen terhirup, yang dipercaya meningkatkan aliran darah di otak), berayun pada palang, dan kegiatan gravitasi dan anti gravitasi. Intinya yaitu, pada prinsipnya metode yang diajarkan Glenn Doman adalah menstimulasi otak secara maksimal untuk membuat jembatan-jembatan baru menutupi bagian otak yang cedera. Gerakan ritmik simetris terus-menerus yang bertujuan membuat jembatan yang menyambungkan sel-sel otak yang akan memperbaiki kognisi anak (dalam otak terdapat pusat saraf sentral yang terdiri dari otak dan tulang

belakang yang perlu diaktifkan dengan menggunakan  peripheral nervous sistem).

E.  CEDERA OTAK (BRAIN DAMAGE)

Cedera Otak adalah setiap anak yang mengalami sesuatu yang mencederai otaknya. Sesuatu ini dapat terjadi kapan pun, mulai ketika anak masih ada dalam kandungan, selama proses kelahiran, setelah dilahirkan hingga anak cukup besar. Cedera kepala adalah suatu pukulan atau benturan pada kulit kepala, tulang kepala dan otak yaitu mulai dari selaput otak, saraf kranial dan jaringan otak. Kerusakan otak ini merupakan masalah penting dan perlu mendapat perhatian. Selama masa pembuahan, cedera otak bisa terjadi bila ada faktor genetik yang mempengaruhi, seperti kelainan kromosom yang menyebabkan kelainan otak pada anak Down Syndrome. Ketidak cocokan rhesus darah pada pasangan suami-istri juga bisa menyebabkan cedera otak. Sementara itu, cedera otak juga bisa disebabkan faktor eksternal seperti trauma kepala, radang, pendarahan otak, serta penyakit yang bisa merusak otak secara progresif seperti tumor otak. Anak yang mengalami cedera otak kehilangan kemampuan untuk menyerap informasi (sensorik) dan merespons informasi (motorik). Menurut Douglas, anak-anak yang mengalami cedera otak sering diberi cap yang malah membuat orang menjadi bingung karena sering kali menganggap nama itu sebagai penyakit. Sebut saja keterbelakangan mental, kelumpuhan otak, Down Syndrome, gangguan emosi, lumpuh layuh, autis, epilepsi, hiperaktif, dan masih banyak lagi. Nama-nama itu sebenarnya adalah gejala dari adanya cedera otak. Anak dengan cedera otak akan mengalami gangguan pada satu atau beberapa fungsi sensori dan atau gangguan fungsi motorik.

Untuk mengetahui bagian mana dari otak yang cedera dan sejauh mana berat ringannya cedera perlu dilakukan pemeriksaan klinis (Clinical Asessment).

E. PENYEBAB CEDERA OTAK

Cedera otak dapat terjadi kapan saja, saat pembuahan, saat pertumbuhan dalam kandungan, saat lahir atau setelah lahir sampai saat dewasa. Cedera otak disebabkan oleh  :

  1. Cedera otak akut akibat trauma kepala, radang otak
  2. Malformasi atau kelainan bentuk otak (genetika/kromosom)
  3. Gangguan neurodegenerative : penyakit yang merusak sel-sel otak secara progresif

 

  1. ALTERNATIF PENATALAKSANAAN  CEDERA   OTAK

Patterning therapy merupakan alternatif penanganan yang dapat diberikan pada keadaan cedera otak.  Dalam Perkembangannya, manusia melewati 5 tahapan perkembangan (motorik development) yaitu :

v  Pada bayi baru lahir dapat menggerakkan anggota tubuh, namun tidak dapat berpindah tempat (movement without mobility).

v  Bayi belajar bergerak dengan lengan dan tungkainya dengan perut yang menempel pada lantai yang disebut dengan merayap (crawling).

v  Bayi belajar menentang gravitasi dengan bergerak menggunakan tangan dan lututnya yang disebut dengan merangkak (creeping).

v  Bayi belajar bangkit dengan tungkai bawah dan berjalan, disebut berjalan (walking).

v  Bayi mulai mempercepat jalannya,  berlari (running). Keseimbangan dan koordinasi anak bertambah baik,, sehingga anak seolah-olah terbang (flies).

Urutan tahap-tahap perkembangan yang hilang atau terlewati akan mengakibatkan terjadinya masalah.

 

 

 

 

 

 

Ada empat tingkat perkembangan otak yang esensial dan penting yaitu terbentuknya area dalam otak yang memiliki fungsi-fungi tertentu yaitu :

  1. Terbentuknya batang otak awal dan sumsum tulang belakang.

Akar otak ini mengatur fungsi-fungi dasar kehidupan seperti bernafas dan metabolisme , juga mengendalikan reaksi dan gerakan dengan pola yang sama. Dari akar yang paling primitif ini terbentuklah pusat emosi (akan dibahas dalam makalah yang lain). Area ini berkaitan dengan fungsi menggerakkan badan, lengan, tungkai tanpa berpindah tempat. Otak primitif ini tidak dapat dikatakan berpikir atau belajar, tetapi merupakan serangkaian regulator yang telah deprogram untuk menjaga agar tubuh berfungsi sebagaimana mestinya. Dari akar yang paling primitif inilah terbentuk pusat emosi

  1. Terbentuknya batang otak dan area sub kortikal awal. Tingkat ini berfungsi untuk merayap dengan perut (reptil).
  2. Terbentuknya otak tengah dan area sub kortikal, area ini merupakan area fungsional termasuk ganglia basal, thalamus, otak kecil. Tingkat ini berfungsi untuk merangkak (Aligator).
  3. Terbentuknya korteks yang merupakan puncak otak, yang berkaitan dengan fungsi pergerakan motorik yang lebih kompleks yaitu berjalan berlari.

Pada korteks terdapat 6 fungsi yaitu :

©      Kemampuan berjalan tegak

©      Kemampuan identifikasi objek dengan perabaan

©      Kemampuan untuk memahami bahasa verbal

©      Kemampuan berbicara

©      Kemampuan membaca

©      Kemampuan untuk menjepit objek dengan ibu jari dan telunjuk sehingga anak mampu untuk menulis.

      Penatalaksanaan patterning therapy ;  Mempolakan gerakan.

Gerakan pola satu sisi (homolateral) dan gerakan pola dua sisi (heterolateral). (Gambar terlampir). Apabila cedera otak terdapat pada area otak tengah dan subkortikal dapat ditambahkan dengan merangkak. Bila cedera ada pada batang otak dan area subkortikal awal ditambahkan gerakan merayap.

Perlu diberikan program untuk dilakukan  dengan prinsip sebagai berikut :

  1. Semua anak yang belum bisa berjalan, setiap hari merayap dengan perut dan merangkak
  2. Semua anak diberikan pola gerakan tertentu, bila perlu dengan bantuan
  3. Anak dengan gangguan sensoris, diberikan stimulasi sensoris (dibahas pada makalah Integrasi Sensoris).
  4. Anak yang ambidekstral ; masih menggunakan kedua tangannya untuk aktivitas dapat diberikan program untuk menetapkan dominasi hemispher.

Perlu diingat bahwa keberhasilan therapi ini tergantung pada frekuensi, intensitas dan lamanya program yang dilakukan.

 

Kepustakaan.

1. http://www.banyubiru3prast.wordpress.com, Cedera otak dan  metode Glenn Doman. 2011

2. www. iahp.orgAre you worried about your children.  2004

3. Goleman, Daniel. Emotional Intelligence. Gramedia Pustaka utama, Jakarta. 1997

4. Pearce, evelyn. Anatomi fisiologi untuk paramedic. Gramedia. Jakarta 1993

5. Rohman, minarnur. Peran Glenn Doman sebagai metode pembelajaran membaca pada anak yang mengalami cedera otak. Skripsi . UIN Maulana Malik Ibrahim. Malang . 2010 (tidak dipublikasikan).

6. Tahir, nordin. Psikologi perkembangan. Artikel ilmiah Institut pendidikan guru kampus Ipoh perak darul Ridzuan. Malaya, 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s