Apa yamg dapat anda lakukan pada anak anda yang cedera otak (sekelumit persoalan dari buku glend doman

Terdapat 6 fungsi yang membedakan antara manusia dengan binatang (mungkin kelak akan bertambah lagi). Mungkin anda akan langsung menjawab bahwa fungsi pertama yang terlihat adalah kemampuan berpikir.

Tetapi ternyata bukan itu, karena dalam beberapa eksperimen psikologi, beberapa simpanse bahkan tidak hanya berpikir saja tetapi lebih dari itu mereka menunjukkan penalaran deduktif. Fungsi yang pasti tidak dimiliki oleh binatang adalah ‘Kemampuan berjalan tegak’. Berdiri tegak adalah sebuah fungsi korteks (otak modern) manusia. Manusia memiliki korteks yang berkembang lebih utuh daripada makhluk lainnya, sehingga manusialah satu-satunya makluk yang berdiri tegak. Itu adalah satu fungsi unik dari korteks manusia. Fungsi berikutnya yang membedakan manusia dengan binatang adalah fingsi oposisi yaitu kemampuan untuk menggabungkan ibu jari tangan dengan telunjuk untuk memungut benda-benda kecil dan lebih dari itu bahwa fungsi oposisi adalah pendukung sebuah ketrampilan dalam menghasilkan tulisan. Fungsi bicara dan juga kemampuan menguraikan sandi bicara dalam bentuk bahasa. Sekaligus juga berkaitan dengan aspek fungsi bahasa adalah fungsi membaca, menafsirkannya dalam kerangka bahasa. Dan fungsi terakhir yang membedakan manusia dengan binatang adalah kemampuan mengidentifikasi benda-benda dengan indera perabaan semata. Jadi sebagai rangkuman, terdapat 6 fungsi yang dimiliki oleh manusia dan semuanya terdapat dalam korteks manusia :
1. Kemampuan membaca
2. Kemampuan memahami wicara
3. Kemampuan mengidentifikasi benda dengan
     perabaan.
4. Kemampuan untuk berdiri tegak
5. Kemampuan berbicara
6. Kemampuan oposisi; menggabungkan ibu jari
    dengan telunjuk yang nantinya menghasilkan
    tulisan.
Semua itu adalah fungsi dari bagian otak modern manusia yang disebut korteks. Jadi benang merah dari tulisan ini adalah bila anda melihat ada salah satu atau beberapa fungsi tersebut hilang, maka anda mampu mendiagnosa bahwa terdapat kerusakan pada fungsi korteks. Ini adalah alat diagnostik yang penting dan tidak boleh terlupakan. Itulah mengapa terdapat aneka tingkatan yang berbeda-beda pada anak-anak yang mengalami cedera otal (autisme, epilepsi, hiperaktifitas, ADHD, cerebral palsi, down syndrom, retardasi mental). Itulah dasar pemikiran metoda Glend doman untuk menentukan tahapan cedera otak ; Diagnosis Neurologis Fungsional, untuk selanjutnya dilakukan treatment yang tepat sesuai dengan tingkatan serta lokasi cedera otaknya melalui Patterning Therapy. Metoda assesment dan diagnostik cara glend doman selanjutnya adalah penentuan umur Neurologis anak yaitu dengan membandingkan umur kronologis dengan fungsi-fungsi otak pada usia kritis pada apa yang disebut sebagai Tabel Profile Perkembangan otak.
Berangkat dari acuan tersebut diatas, kami melakukan diagnosis kondisi anak yang mengalami cedera otak (Lihat pembahasan tentang Cedera Otak pada http://www.banyubiru3prast.wordpress.com/apakah cedera otak itu) sampai pada penentuam program terapi yang dijalani anak. Untuk lebih memahami hal tersebut anda dapat menghubungi kami di layanan telpon 081278885051. Pin BB. 2A2EAE05.
sumber bacaan. Doman Glend, Apa yang dapat dilakukan pada anak anda yang cedera otak. GD baby programs (s) Pte Ltd. 2006.
Andreas Andi Prastowo,S.Psi, C.Ht

Posted from WordPress for Android

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s